Bijak Menggunakan Earphone/Headset

headshetTerlalu sering mendengar bunyi keras atau suara bising dalam tempo lama dan terjadi tiap hari bisa mengganggu pendengaran. Suara keras dan bising tidak hanya berasal dari tempat kerja, tetapi juga tempat rekreasi, atau mendengar audio keras, termasuk lewat earphone.

Earphone, headset ataupun perangkat semisalnya merupakan perangkat yang sangat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari terutama remaja dan mahasiswa. Perangkat ini lazim digunakan untuk mendengarkan audio/musik baik dari Ipod, handphone, maupun tape recorder. Namun, siapa sangka jika ‘gadget’ ini dapat mengganggu kesehatan indera pendengaran atau telinga. Kajian Komisi Eropa menunjukkan, kebiasaan mendengar musik dengan earphone dengan volume tinggi (di atas 100 desibel), lebih dari satu jam sehari dalam jangka minimal lima tahun, membawa risiko gangguan pendengaran permanen.

Baca lebih lanjut

Iklan

Stress dan Reaksi Tubuh

Stress sering diartikan secara sekilas sebagai tekanan yang sering dihadapi sehari-hari. Di saat masalah datang menghadang, orang-orang kerap dengan mudah mendefinisikan diri mereka dalam keadaan ini. Stress sering diartikan secara sekilas sebagai tekanan yang sering dihadapi sehari-hari. Di saat masalah datang menghadang, orang-orang kerap dengan mudah mendefenisikan diri mereka dalam keadaan ini. Padahal, kalau mau ditinjau dari segi medis secara lengkap, stress meliputi aspek yang sangat luas termasuk dalam reaksi-reaksi sistem tubuh yang diakibatkannya, dalam kata lain stress tidak selamanya hanya berhubungan dengan pikiran.

Secara lengkap, stress dapat didefenisikan sebagai beban jasmani dan rohani yang melewati ambang batas tubuh seseorang, dan memang, dari segi yang paling sering, faktor pemicu stress banyak dikaitkan dengan faktor emosional termasuk pikiran, meskipun disamping itu berperan pula faktor fisik sebagi pemicunya. Ada banyak faktor fisik yang dimaksudkan disini termasuk polusi udara, suhu, panas, kebisingan melebihi ambang batas dan sebagainya, dengan kata lain lingkungan memang sangat mudah muncul sebagai pemicu stress ini.

Namun, tahukah kita bagaimana tubuh kita berespon saat kita merasa stress? Ulasan berikut hanyalah merupakan kutipan tulisan, yang memberikan gambaran kepada kita akibat stress terhadap respon tubuh.

Baca lebih lanjut

Mengenal Sakit Maag

Sering kita mendengar istilah penyakit “maag” atau yang dalam istilah medis disebut sebagai gastritis dan untuk gejala yang lebih ringan disebut juga dengan dyspepsia. Maag atau gastritis merupakan gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan lambung yang menyebabkan sakit dan perih. Luka atau peradangan lambung ini dapat terjadi karena ada penyebabnya yaitu suatu zat yang disebut asam lambung. Asam lambung asalnya berfungsi sebagai salah satu zat yang membantu dalam proses pencernakan makanan, sehingga ketika lambung dalam keadaan kosong dan produksi asam lambung berlebih maka asam lambung akan berbalik mengiritasi mukosa lambung dan penderita akan merasa mulas/perih pada bagian perut sebelah kiri atau ulu hati, tepat dibawah tulang dada. Hal penting yang dapat kita pahami adalah bahwa ketika terdapat produksi asam lambung dalam tubuh kita dan tidak ada makanan yang dicerna, maka hal tersebut dapat menyebabkan asam lambung mengiritasi lambung dan seseorang akan merasakan perih pada waktu itu. Oleh karena itu, pembahasan berikut ini akan membantu kita bagaimana menangani maag atau gastritis (insya Allah), meliputi :

Baca lebih lanjut

Radang tenggorokan, apa dan bagaimana mengatasinya?

Radang tenggorokan berarti bahwa tenggorokan mengalami peradangan (dengan beberapa tanda, seperti: dinding tenggorokan menebal atau bengkak, berwarna lebih merah, ada bintik-bintik putih dan terasa sakit bila menelan makanan). Penyakit ini seringnya membuat penderita akan sangat tidak nyaman, apalagi ketika sudah parah. Radang tenggorokan ada yang akut (masih baru) dan kronis (sudah lama). Gejala dari radang tenggorokan akut diantaranya gejala nyeri tenggorok, kadang-kadang disertai demam dan batuk. Sedangkan gejala radang tenggorokan yang sudah kronis (sudah berlangsung dalam waktu yang lama), biasanya tidak disertai nyeri menelan, tetapi terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.

Baca lebih lanjut