Mencegah Infeksi Saluran Kencing (ISK)

urinary-system-of-manPernahkah kita merasakan perasaan tidak enak ketika buang air kecil? Atau merasa sakit, kadang berupa rasa panas saat buang air kecil? Jika pernah, ketahuilah bahwa barangkali ada bakteri yang berada dalam urine (air seni) kita. Hal ini umum terjadi di masyarakat kita biasanya karena kurang menjaga kebersihan alat vital dan pola hidup yang kurang sehat.

Urine normalnya tidaklah mengandung bakteri meskipun unsurnya terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan. Bakteri tersebut (terlebih yang sudah berkembang biak dengan baik) dapat menginfeksi saluran kencing. Infeksi bakteri yang terjadi di saluran kencing dalam dunia kesehatan disebut dengan ISK (Infeksi Saluran Kencing). Saluran kencing itu mulai dari kandung kemih (organ penampungan urine sebelum dikeluarkan) sampai  uretra (lubang di ujung alat kelamin). Dan infeksi yang umum terjadi adalah di dalam kandung kemih (sistitis) sebagai tempat penampungan urine sebelum dikeluarkan.

Infeksi Saluran Kencing memiliki beberapa gejala, meskipun begitu dalam beberapa kasus tidak ditemukan gejala (disebut ISK asimptomatis). Adapun gejala-gejala umum adanya infeksi saluran kencing yang biasa ditemukan antara lain :

  • Selalu ingin buang air seni (sering atau anyang-anyangen -Jw) dan terasa sakit dengan kram pada kandung kemih.
  • Terasa gatal atau panas sewaktu buang air seni.
  • Radang kandung kemih juga menyebabkan adanya darah di dalam urin, karena radang tersebut sehingga dapat menyebabkan demam.
  • Sebagian penderita merasa sakit pinggang.
  • Perasaan tidak nyaman, mual, dan muntah.
  • Kesakitan pada permukaan kandung kemih (posisi sekitar di bawah pusar di atas organ vital), dan kedinginan.
  • Pada pria dijumpai cairan yang keluar dari uretra.

Baik pada pria maupun pada wanita, infeksi biasanya masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra. Sehingga, dibandingkan laki-laki, wanita ternyata lebih rentan terkena penyakit ini. Penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kandung kencing ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5 cm). Berbeda dengan uretra laki-laki yang panjang, sepanjang penisnya, sehingga kuman lebih sulit masuk.

Perlu diperhatikan faktor risiko berikut ini karena dapat meningkatkan kejadian ISK, antara lain :

  1. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing.
  2. Membersihkan yang salah setelah kencing, yaitu dari belakang ke depan, terutama pada wanita. Karena hal ini akan memperbesar kemungkinan bakteri masuk ke saluran urin dari rektum.
  3. Suka menahan kencing. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko ISK karena pembuangan urin jadi tidak lancar.
  4. Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. Biasanya hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut honeymooners cystitis.
  5. Memiliki riwayat penyakit kelamin.
  6. Memiliki riwayat penyakit batu di daerah saluran kencing.

Pola hidup bersih dan hidup sehat sebenarnya adalah kunci untuk mencegah penyakit ini –dengan seizin Allah-. Namun, berikut ini adalah beberapa tips atau cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya ISK :

  1. Usahakan untuk buang air seni pada waktu bangun di pagi hari. Buang air seni dapat membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih yang akan keluar bersama urin.
  2. Perbanyak minum air putih. Hal ini berfungsi untuk mengencerkan konsentrasi bakteri di dalam kandung kencing dan membersihkan saluran kencing. Seperti kita tahu kebutuhan cairan tubuh kita sekitar 2 liter perhari.
  3. Perhatikan kebersihan secara baik, misalnya setiap buang air seni, bersihkanlah dari depan ke belakang. Hal ini akan mengurangi kemungkinan bakteri masuk ke saluran urin dari rektum.
  4. Ganti selalu pakaian dalam setiap hari, karena bila tidak diganti, bakteri akan berkembang biak secara cepat dalam pakaian dalam.
  5. Pakailah bahan katun sebagai bahan pakaian dalam, bahan katun dapat memperlancar sirkulasi udara.
  6. Hindari pakaian ketat yang dapat mengurangi ventilasi udara, dan dapat mendorong perkembangbiakan bakteri.
  7. Buang air seni sesering mungkin (setiap 3 jam) untuk mengosongkan kandung kemih.
  8. Jangan menunda buang air kecil, sebab menahan buang air seni merupakan sebab terbesar dari infeksi saluran urin.
  9. Buang air seni sesudah hubungan kelamin, hal ini membantu menghindari saluran urin dari bakteri.
  10. Hindari kafein, minuman mengandung karbonat dan alkohol sebab semua bahan ini akan mengiritasi kandung kemih.
  11. Konsumsi buah-buahan, sari buah, juice karena dapat melancarkan peredaran darah.
  12. Usahakan jangan pernah malu untuk berkonsultasi kepada dokter agar dapat dicegah penyebaran bakterinya.

Demikianlah beberapa informasi ringan tentang ISK. Meskipun begitu, dalam urusan kesehatan tetap saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga bermanfaat. Allahu a’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s