Mengenal Sakit Maag

Sering kita mendengar istilah penyakit “maag” atau yang dalam istilah medis disebut sebagai gastritis dan untuk gejala yang lebih ringan disebut juga dengan dyspepsia. Maag atau gastritis merupakan gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan lambung yang menyebabkan sakit dan perih. Luka atau peradangan lambung ini dapat terjadi karena ada penyebabnya yaitu suatu zat yang disebut asam lambung. Asam lambung asalnya berfungsi sebagai salah satu zat yang membantu dalam proses pencernakan makanan, sehingga ketika lambung dalam keadaan kosong dan produksi asam lambung berlebih maka asam lambung akan berbalik mengiritasi mukosa lambung dan penderita akan merasa mulas/perih pada bagian perut sebelah kiri atau ulu hati, tepat dibawah tulang dada. Hal penting yang dapat kita pahami adalah bahwa ketika terdapat produksi asam lambung dalam tubuh kita dan tidak ada makanan yang dicerna, maka hal tersebut dapat menyebabkan asam lambung mengiritasi lambung dan seseorang akan merasakan perih pada waktu itu. Oleh karena itu, pembahasan berikut ini akan membantu kita bagaimana menangani maag atau gastritis (insya Allah), meliputi :

  • Mengenal lambung dan fungsinya
  • Kapan tubuh akan memproduksi asam lambung (berlebih)?
  • Bagaimana penanganan Maag?

Lambung dan Fungsinya

Lambung adalah bagian saluran pencernaan yang dapat mengembang paling banyak. Terletak di sebelah kiri rongga dada dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Sebagai salah satu saluran cerna, lambung memiliki beberapa fungsi, yaitu :

  1. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh peristaltik (gerakan meremas-remas) lambung dan getah lambung.
  2. Getah lambung yang dihasilkan, antara lain :
  • Pepsin fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton.
  • Asam garam (HCl) fungsinya mengasamkan makanan sebagai antiseptic dan desinfektan, membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
  • Renin fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen dan protein susu.

Asam Lambung Berlebihan, Kapan itu?

Sebagaimana telah disebutkan bahwa terjadinya gastritis atau peradangan lambung, pada awalnya adalah karena asam lambung yang berlebihan. Asam lambung yang semula membantu lambung malah merugikan lambung. Asam lambung akan merusak dinding lambung itu sendiri, karena sifat asam yang korosif (mengikis). Faktor yang memicu produksi asam lambung berlebihan, diantaranya beberapa zat kimia, seperti alcohol, umumnya obat penahan nyeri, asam cuka. Juga beberapa makanan dan minuman yang bersifat asam,, makanan dengan bumbu yang bersifat asam dan sebagainya. Makanan yang pedas serta bumbu yang merangsang, semisal jahe, merica, juga akan memicu produksi asam lambung.

Faktor psikis atau kejiwaan seseorang dapat pula meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu penyakit maag juga bisa disebabkan infeksi bakteri tertentu, misalnya Helicobacter pylori yang merupakan bakteri normal dalam lambung, yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi abnormal. Yang akhirnya merangsang asam lambung. Gastritis juga bisa disebabkan alergi terhadap makanan tertentu, misalnya ikan, coklat dan lain-lain.

Mencegah sakit Maag

Mencegah sakit Maag secara umum dapat dilakukan dengan memperbaiki pola hidup dan pola makan. Beberapa saran berikut semoga dapat bermanfaat :

  • Jangan biarkan perut lama dalam keadaan kosong.  Keadaan kosong ini dapat mengakibatkan asam lambung yang sudah diproduksi tidak mempunyai bahan untuk dicerna atau digilas, dan pada akhirnya dinding lambung sendiri yang menjadi sasarannya, sehingga aturlah jadwal makan Anda dengan teratur;
  • Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman pedas dan asam. Hindari makanan berlemak, karena lemak memang sulit dicerna oleh lambung. Selain itu, tektur makanan sebaiknya lembut (lunak), sehingga menguyah makanan sampai lunak juga disarankan;
  • Sering-seringlah minum air putih, karena bisa mengurangi sifat asam dari makanan atau minuman tersebut. Kurangi mengkonsumsi minuman teh, kopi atau soft drink. Porsi makanan sebaiknya tidak terlalu banyak, tetapi sedikit dengan frekuensi sering;
  • Olahraga teratur;
  • Hindari minuman beralkohol;
  • Hentikan kebiasaan merokok;
  • Bila harus mengkonsumsi obat-obatan penahan nyeri (analgetik), maka sebaiknya diminum setelah makan dan tidak dalam keadaan kosong; konsultasilah dengan dokter.
  • Bila disiplin dalam mengatur makanan ini, Insya Allah penyakit maag bisa membaik tanpa diobati. Seandainya perut masih melilit dan mual terus menerus, maka obat-obatan untul menetralkan asam lambung sangat membantu meringankan penderitaan. Misalnya, obat-obatan antasida. Bila dengan obat ini belum bisa teratasi, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter;

Satu hal yang juga perlu diperhatikan, bahwa ketenangan jiwa seseorang dapat mengurangi resiko sakit maag. Jadi, hadapilah kegiatan sehari-hari dengan tenang dan berserah diri kepada Allah. Dan Insya Allah, tidak hanya penyakit maag, penyakit lain pun bisa terhindar dari tubuh kita. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wallahu a’lam.

Prambanan, 7 Oktober 2011 di pagi hari

Referensi :

Iklan

2 pemikiran pada “Mengenal Sakit Maag

  1. Salam kenal, sakit maag terkadang dianggap sepele namun ternyata sangat merepotkan jika sedang kambuh, kita harus benar-benar menjaga pola makan kita. Terimakasih informasinya, semoga bermanfaat buat para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s