Kiat kecil, menyusun proposal penelitian (seri tugas akhir)

Ketika masih dalam proses penantian ujian hasil penelitian, muncul pertanyaan dari adik kelas mengenai bagaimana menyusun proposal penelitian. Dalam benak terbesit, bukankah sudah diberikan buku panduan, bukankah sudah diberikan materi juga. Ketika flash back ternyata cukup pusing juga menjalaninya dahulu.

Alhamdulillah beberapa bulan lalu, ujian proposal penelitian tugas akhir kuliah sudah terlewati, banyak hal di dalamnya. Mengingat cukup banyak yang bertanya dan mumpung masih cukup segar dalam ingatan, segera tangan saya pun mengetikkan postingan ini.

Tugas akhir terkadang menjadi “momok” yang cukup menyeramkan bagi sebagian mahasiswa, tak terkecuali saya sendiri disebabkan khawatir berbagai macam hal yang sebenarnya tidak begitu penting. Hal tersebut sebenarnya yang menurut saya justru akan memperparah keadaan. Apalagi jika kita mengingat di awal penyusunan proposal, rasanya kepala ini terasa berat menentukan judul apa yang sekiranya bisa disetujui dosen, judul apa yang sekiranya diharapkan mampu memberikan manfaat namun dapat pula selesai sesuai dateline penulisan proposal kita, lebih jauh tentang bagaimana proses penelitian kita nantinya. Tambah lagi, harus mencari referensi-referensi, pergi kesana kemari, dari perpustakaan kampus sana ke kampus sini atau ke perpustakaan daerah dan sebagainya. Bukankah hal tersebut sudah cukup membuat sibuk pikiran kita? Apakah tidak akan memperparah keadaan jika harus sibuk khawatir memikirkan hal yang belum terjadi? Berawal dari hal tersebut ditambah sedikit pengalaman, maka beberapa tips, yang bisa saya sampaikan :

1. Mulai judul. Apabila sudah ada lampu hijau untuk membuat proposal, segera cari judul (alangkah baiknya apabila sudah dipikirkan jauh-jauh hari, apalagi sudah mengetahui pengalaman kakak kelas). Jika terbesit suatu masalah yang cukup menarik dijadikan judul penelitian, segera tulis, apapun itu. Tulislah, jangan sampai terlanjur pergi dari pikiran kita. Itu yang pertama. Hal ini dapat didukung dengan kita banyak bertanya dan membaca.

2. Cari referensi dari penelitian-penelitian, jurnal-jurnal yang pernah ada yang menyangkut topik penelitian kita. Termasuk dari internet yang alhamdulillah cukup banyak. Idealnya topik kita tersebut ada manfaat bagi bidang yang kita geluti dan memang seharusnya. Karena kadang asal mudah, kemudian yang penting ada hubungannya (meskipun sedikit) dan banyak referensinya, kemudian diambil. Tidak salah juga, tapi apakah tidak cukup rugi? Pikirkan juga tentang tingkat kesulitan penelitian kita nantinya, seperti bagaimana instrumen pengumpul datanya. Hal ini sekiranya, tidak perlu lama-lama segera konsul ke dosen pembimbing. Ini adalah jurus yang saya kira cukup ampuh, dengan demikian kita akan segera mendapat pengarahan dari dosen kita. Sehingga, berpikirnya bisa dipikul bareng (mode smile is ON). Yah memang tidak begitu sepenuhnya namun saya kira dosen lebih banyak pengalaman jadi insya Allah tahu kearah mana kita sebaiknya melangkah.

3. Setelah disetujui judul proposal penelitian, kita segera cari referensi lagi, tentunya lebih banyak lagi. Lebih banyak referensi, insya Allah akan semakin mudah untuk membuka jalan ke depannya. Usahakan pertama, cari di perpustakaan kampus kita sendiri dulu, barangkali di internet juga sebagai bahan tambahan. Jurnal-jurnal di internet banyak, Alhamdulillah ada yang gratis, meskipun minimalis. Yang pentingn ada yang menyangkut topik kita. Hal ini, selain sebagai langkah menghemat waktu juga biaya. Seandainya tidak ada, inilah usaha. Bukan berarti gagal. Pengen lebih cepat? Bisa setuju bisa tidak, yaitu tanya dosen atau kenalan yang sekiranya mempunyai materi referensi yang kita butuhkan. Baru, jika memang tidak ada setelah diusahakan, carilah di perpustakaan kampus lain, perpustakaan daerah atau semisalnya. Bersegeralah…lebih cepat lebih baik.

4. Ketika sudah mendapatkan referensi, segera tulis sambil menyusun kalimat. Dapat referensi, segera susun begitu selanjutnya. Apabila ada yang kurang ditambahi, apabila ada yang kelebihan dikurangi. Yah, memang begitulah kondisinya. Sehingga sekiranya sudah dirasa cukup, gunakan jurus wajib (jika boleh dibilang) konsul dosen pembimbing. Banyak yang salah (dan ini adalah hal yang wajar dan yang sering membuat kita menggerutu bahkan sampai ada yang malas konsul akibat hal ini, , apalagi jika pembimbingnya ada dua atau lebih), maka segera perbaiki, ikuti saran dosen. Dalam hal ini, saya katakan,”menggerutu atau mengeluh tidak baik untuk kesehatan, teman”. Jika terpaksa tidak setuju kemukakan alasan ilmiah kita, siapa tahu ada jalan tengahnya. Karena sembarang ikut saja, juga tidak baik akhirnya. Terus seperti itu, sampai urusan proposal penelitian kita selesai dengan bukti adanya tanda tangan dosen pembimbing.

5. Terakhir, sekedar berbagi. Jalani proses itu, sebagai pembelajaran. Hal inilah yang pernah disampaikan Bapak dosen pembimbing kepada saya dan memang benar saya pikir. Seperti yang pernah dijelaskan di depan tadi, kadang saya juga ikut-ikutan menggerutu tentang proposal saya mengapa masih ada saja yang kurang atau salah, meskipun akhirnya selesai juga -alhamdulillah-. Apabila ada bagian yang salah, ambillah sebagai koreksi kita. Bisa jadi hal tersebut memang kesalahan kita karena tidak tahu atau semisalnya, maka terimalah. Atau bisa jadi pengetahuan yang sampai kepada masing-masing dosen pembimbing berbeda, maka kompromikanlah.

Akhirnya, mungkin sisi-sisi lain dari berbagai proses hidup kita bisa kita ambil manfaatnya dan pelajaran. Pengalaman bimbingan ternyata menjadi pelajaran juga yang sepantasnya perlu direnungkan juga. Inilah sedikit yang bisa saya tuliskan dari pengalaman saya kemarin. Semoga bermanfaat. Adakah tambahan?

Iklan

Satu pemikiran pada “Kiat kecil, menyusun proposal penelitian (seri tugas akhir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s