Mainan Analisis Statistik Blog

Ceritanya, saya punya beberapa blog dengan topik bahasan yang berbeda. Pembuatannya pun berbeda waktu, bahkan jangka nya sangat lama (masing-masing selang sekitar 1 tahun). Denger-denger dari statistik ini, kita dapat menganalisis beberapa point terkait eksisnya blog sehingga kita dapat membuat suatu rencana agar trafic blog kita naik/lebih baik.

Kita mulai dari yang pertama dibuat :

Stat-1

Statistik : Blog Pribadi, Artikel Kesehatan dan Umum | sejak : sekitar Juni 2010

Analisis : Blog ini jarang blogwalking, meninggalkan jejak/promosi, apalagi update posting nya juaarang sekali sehingga wajar kalau page view nya sedikit. Pembaca sepertinya kurang betah berlama-lama dilihat perbandingan antara visitor dan views nya. Mungkin karena gak dikasih suguhan minum apa ya, ^senyum^. Next time, perlu perubahan kontain yang lebih bermanfaat dan menarik.

Stat-2

Statistik : Blog Artikel Islam | sejak : sekitar Januari 2012

Analisis : Blog ini pada umum dan kebanyakannya hanya copypaste dari web yang telah eksis jadi kontainya hampir sama, mungkin kalah terkenal sehingga sama browsernya kalah peringkat. Ndak tahu dikasih peringkat berapa. Ditambah jarang blogwalking dan meninggalkan jejak/promosi. Tapi, tetep terusin aja posting, tidak buat orang lain ya minimal buat dibaca-baca sendiri (ngomong sendiri).

Stat-3

Statistik : Blog Kajian, Ceramah, Audio Islami | sejak : November 2013

Analisis : Blog ini kami pikir cukup lumayan. Beberapa waktu memang blog ini kadang dipromosikan (yang penting gak promosikan adminya, ^senyum^), walaupun bukan blogwalking hanya sekedar di share link di beberapa forum yang admin ikuti. Hal ini dipandang perlu karena blog ini memang memiliki visi dan misi untuk dapat dikonsumsi semua kalangan dan bermanfaat buat diri, masyarakat, bangsa dan negara (recomended, visit us in here). Kelihatannya, tamunya pada betah lihat-lihat -semoga bermanfaatlah yang satu ini-.

Ada yang pada mau kasih tambah komentar?

Dokumentasi Open Jurnal System

Bismillah

Beberapa bulan lalu, atasan minta saya belajar OJS (apa itu? aku juga baru denger waktu itu). OJS singkatan dari Open Journal System dan arti mudahnya adalah sistem publikasi Jurnal secara online dimana sistem ini merupakan sistem free untuk mempublikasikan jurnal ilmiah secara online. Walaupun online, saya perhatikan tetap beberapa proses musti dilalui seperti proses submitting (penyerahan artikel publikasi), editing (bagian editor dan atau editor bagian), reviewing, accepting (penerimaan layak publish), publishing (publikasi di beranda jurnal online). Walau prosesnya panjang dan harusnya dikerjakan masing-masing bagian, namun itu semua dapat dilakukan oleh satu admin. Singkat kata, waktu itu bisa. Tapi, beberapa waktu kemarin dapat tawaran lagi untuk buat (eng ing eng . . .waduh lupa lagi). Setelah beberapa waktu otak atik, alhamdulillah nyantol lagi. Kepikiran untuk bikin dokumentasinya di blog pribadi ini (besok kalau disuruh buat lagi gimana? masa belajar lagi… time oh time).

Contohnya screenshotnya like this

714px-OJS-screenshot

Baca lebih lanjut

Bijak Menggunakan Earphone/Headset

headshetTerlalu sering mendengar bunyi keras atau suara bising dalam tempo lama dan terjadi tiap hari bisa mengganggu pendengaran. Suara keras dan bising tidak hanya berasal dari tempat kerja, tetapi juga tempat rekreasi, atau mendengar audio keras, termasuk lewat earphone.

Earphone, headset ataupun perangkat semisalnya merupakan perangkat yang sangat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari terutama remaja dan mahasiswa. Perangkat ini lazim digunakan untuk mendengarkan audio/musik baik dari Ipod, handphone, maupun tape recorder. Namun, siapa sangka jika ‘gadget’ ini dapat mengganggu kesehatan indera pendengaran atau telinga. Kajian Komisi Eropa menunjukkan, kebiasaan mendengar musik dengan earphone dengan volume tinggi (di atas 100 desibel), lebih dari satu jam sehari dalam jangka minimal lima tahun, membawa risiko gangguan pendengaran permanen.

Baca lebih lanjut

Mencegah Infeksi Saluran Kencing (ISK)

urinary-system-of-manPernahkah kita merasakan perasaan tidak enak ketika buang air kecil? Atau merasa sakit, kadang berupa rasa panas saat buang air kecil? Jika pernah, ketahuilah bahwa barangkali ada bakteri yang berada dalam urine (air seni) kita. Hal ini umum terjadi di masyarakat kita biasanya karena kurang menjaga kebersihan alat vital dan pola hidup yang kurang sehat.

Urine normalnya tidaklah mengandung bakteri meskipun unsurnya terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan. Bakteri tersebut (terlebih yang sudah berkembang biak dengan baik) dapat menginfeksi saluran kencing. Infeksi bakteri yang terjadi di saluran kencing dalam dunia kesehatan disebut dengan ISK (Infeksi Saluran Kencing). Saluran kencing itu mulai dari kandung kemih (organ penampungan urine sebelum dikeluarkan) sampai  uretra (lubang di ujung alat kelamin). Dan infeksi yang umum terjadi adalah di dalam kandung kemih (sistitis) sebagai tempat penampungan urine sebelum dikeluarkan.

Baca lebih lanjut

Stress dan Reaksi Tubuh

Stress sering diartikan secara sekilas sebagai tekanan yang sering dihadapi sehari-hari. Di saat masalah datang menghadang, orang-orang kerap dengan mudah mendefinisikan diri mereka dalam keadaan ini. Stress sering diartikan secara sekilas sebagai tekanan yang sering dihadapi sehari-hari. Di saat masalah datang menghadang, orang-orang kerap dengan mudah mendefenisikan diri mereka dalam keadaan ini. Padahal, kalau mau ditinjau dari segi medis secara lengkap, stress meliputi aspek yang sangat luas termasuk dalam reaksi-reaksi sistem tubuh yang diakibatkannya, dalam kata lain stress tidak selamanya hanya berhubungan dengan pikiran.

Secara lengkap, stress dapat didefenisikan sebagai beban jasmani dan rohani yang melewati ambang batas tubuh seseorang, dan memang, dari segi yang paling sering, faktor pemicu stress banyak dikaitkan dengan faktor emosional termasuk pikiran, meskipun disamping itu berperan pula faktor fisik sebagi pemicunya. Ada banyak faktor fisik yang dimaksudkan disini termasuk polusi udara, suhu, panas, kebisingan melebihi ambang batas dan sebagainya, dengan kata lain lingkungan memang sangat mudah muncul sebagai pemicu stress ini.

Namun, tahukah kita bagaimana tubuh kita berespon saat kita merasa stress? Ulasan berikut hanyalah merupakan kutipan tulisan, yang memberikan gambaran kepada kita akibat stress terhadap respon tubuh.

Baca lebih lanjut

Mengenal Sakit Maag

Sering kita mendengar istilah penyakit “maag” atau yang dalam istilah medis disebut sebagai gastritis dan untuk gejala yang lebih ringan disebut juga dengan dyspepsia. Maag atau gastritis merupakan gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan lambung yang menyebabkan sakit dan perih. Luka atau peradangan lambung ini dapat terjadi karena ada penyebabnya yaitu suatu zat yang disebut asam lambung. Asam lambung asalnya berfungsi sebagai salah satu zat yang membantu dalam proses pencernakan makanan, sehingga ketika lambung dalam keadaan kosong dan produksi asam lambung berlebih maka asam lambung akan berbalik mengiritasi mukosa lambung dan penderita akan merasa mulas/perih pada bagian perut sebelah kiri atau ulu hati, tepat dibawah tulang dada. Hal penting yang dapat kita pahami adalah bahwa ketika terdapat produksi asam lambung dalam tubuh kita dan tidak ada makanan yang dicerna, maka hal tersebut dapat menyebabkan asam lambung mengiritasi lambung dan seseorang akan merasakan perih pada waktu itu. Oleh karena itu, pembahasan berikut ini akan membantu kita bagaimana menangani maag atau gastritis (insya Allah), meliputi :

Baca lebih lanjut

Inti Kesehatan Jiwa

Kehidupan yang penuh dengan tuntutan dan tekanan di era masa sekarang ini, membuat sebagian orang mengalami tekanan mental (stress) dan mengalami berbagai macam gangguan kejiwaan lainnya. Banyak upaya dilakukan melalui berbagai pendekatan dari berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu psikologi, psikiatri dan kedokteran untuk mengatasi permasalahan ini. Pendekatan berbagai disiplin ilmu tadi belumlah menyentuh akar permasalahan jiwa yang mendasar (esensial). Sesungguhnya, ilmu pengetahuan dan metode pendekatan buatan manusia tersebut (dalam mengidentifikasi penyakit kejiwaan) telah disadari oleh berbagai pihak, sarat dengan kelemahan. [1]

Baca lebih lanjut